Home Dede suhendi KESURUPAN KHODAM GOLOK CIOMAS

KESURUPAN KHODAM GOLOK CIOMAS

<1038

Golok Ciomas bagi sebagian pembaca mungkin ada yang sudah mengenalnya, merupakan salah satu warisan budaya yang dimiliki nusantara saat ini. Golok ini berasal dari Ciomas Banten, konon bagi yang memilikinya dapat meningkatkan rasa percaya diri. Hal ini juga tampak pada kepribadian kakakku, selama memiliki golok ciomas ini, kakakku memiliki watak pemberani, terkadang agak sombong dan pemarah.

Entah karena pengaruh magis dari golok ini atau memang sudah sifat sejak lahir. Namun setelah kakakku menikah, golok itu diberikan kepada sepupuku yang masih duduk di kelas 2 STM pada waktu itu, tak tahu kenapa kakakku memberikan golok itu kepadanya, apakah karena ia sekolah di STM yang selalu identik dengan tawuran atau ada alasan, aku pun tidak tahu. Ada cerita menarik tentang golok ciomas kakakku ini

Pada waktu itu, setelah kakakku memberikan kepada sepupuku, di awal sepupuku ini selalu mengurusnya, mulai dari mengolesinya dengan minyak misik sampai dengan memberikan sesajen sederhana berupa sebatang rokok dan kopi pahit. Lama kelamaan sepupuku pun mulai bosan dan tidak mengurusnya seperti semula. Sudah hampir 4 bulan lamanya golok itu hanya tersimpan di lemarinya tanpa dirawatnya, karat pun pun mulai menghiasi golok itu yang selama ini selalu terawat dengan baik oleh kakakku.

Suatu hari sepupuku mengajakku pergi ke rumah temannya dengan membawa golok ciomas, kami pun segera berangkat ke rumah temannya itu, sesampai disana temannya sudah menunggu lama dan langsung mengajak kami ke kebunnya untuk memetik kelapa muda, namun sebelum pergi, sepupuku menyuruh aku mengasah golok itu hingga tajam, karena sudah terlihat berkarat, aku pun menuruti keinginannya itu.

Setelah aku selesai mengasah golok itu, kami pun segera bergegas pergi ke kebun. Sesampai di kebun, temannya sepupuku langsung memanjat pohon kelapa dan memetik beberapa buah kelapa muda, agar pulang lebih cepat aku pun mulai setengah mengupas kelapa itu untuk dibawa pulang. Tak lama kemudian sepupuku pamit untuk pulang karena awan sudah mulai gelap dan sebentar lagi akan turun hujan, temannya pun mengiyakan tak lupa kami mengucapkan terima kasih.

Setelah kami pulang ke rumah, segera kelapa muda itu aku kupas seutuhnya untuk kami minum bersama-sama keluarga. Hingga hari ke 3 setelah kami memetik buah kelapa, belum terjadi apa-apa dengan diriku, baru di hari ke empat, tepatnya malam jum’at setelah aku mendengarkan cerita misteri di radio, tiba-tiba kepalaku pusing tak terhingga, sampai-sampai keadaan di sekelilingku seolah-olah berputar, dari situ aku tidak ingat apa-apa lagi.

Lalu aku terbangun setelah melihat ibuku sedang membaca ayat kursi, menurut cerita ibuku, aku terus-terusan meracau menggunakan bahasa jawa, padahal aku sendiri tidak bisa berbicara bahasa jawa, sehingga ibuku segera menghampiri dan membacakan ayat kursi sampai aku terbangun.

Keesokan harinya kepala ku masih pusing, ibuku memberikan obat sakit kepala dan langsung memanggil pamanku yang bisa dibilang orang pintar. Tak lama berselang pamanku datang dan langsung mengampiriku, lalu pamanku memejamkan matanya dan seperti membaca mantra atau doa, sesekali dia menganggguk seperti orang yang sedang berbicara.

Kemudian ia pun membuka matanya dan langsung mengatakan, sekarang kamu sudah merasakan bagaimana rasanya kepala diasah. Aku pun langsung mengerti bahwa aku memang bersalah telah mengasah golok ciomas yang sebenarnya masih berisi khodam penunggu golok itu, aku kira setelah tidak terurus khodam itu telah pergi dari golok ciomas. Semoga para pembaca tidak mengalami apa yang terjadi pada diriku.

TRENDING

VLOG