Home Rocky Garong Ratna Sarumpaet Pernah Demo dan Musuhi Prabowo

Ratna Sarumpaet Pernah Demo dan Musuhi Prabowo

<1235

Jejak Digital itu Sadis Bro! Terkuak Foto Lawas Ratna Demo Prabowo!

Ratna, mantan aktivis kemanusiaan yang sekarang merusak tatanan kemanusiaan karena kasus hoax, dulu pernah mencari Prabowo! Bahkan ada foto Prabowo dengan tulisan “WANTED” alias “DICARI”, untuk bertanggung jawab atas kasus 1998.



Ratna yang masih cantik itu ada di sana. Membawa bunga. Positif saja. Dia mungkin mau CARI Prabowo, untuk diberi bunga dan disayang-sayang?

Foto ini penulis dapatkan dari website luar negeri. Silakan diklik di sini untuk link langsung dan menemukan gambar mantapnya. Judul di bawah fotonya meyakinkan penulis bahwa orang itu adalah benar Ratna waktu muda.

Ratna waktu muda itu ternyata lumayan cantik loh. Penulis bilang lumayan, artinya masih bisa dilirik oleh sebagian orang. Caption di bawah gambarnya bertuliskan dengan jelas demikian.

Indonesian activists, some in masks resembling those worn by their kidnappers, with a mock wanted sign for Gen Prabowo Subianto, July 20, 1998. Photo: AFP/Dadang Tri

Pada saat itu Ratna adalah orang yang paling vokal dalam menentang rezim Soeharto yang begitu represif, opresif dan menekan. Dia sangat keras dalam melawan Soeharto pada saat itu.

Bahkan Prabowo ikut-ikutan didemo. Kembang muncul di sana. Mendemo aksi Prabowo dengan tulisan “wanted”.

Biasanya tulisan “wanted” itu ditujukan kepada orang yang sudah melakukan kesalahan. Kalau Prabowo “wanted”, artinya itu dia dicari karena sudah melakukan kesalahan. Ini menjadi duri dalam daging.

Prabowo dicari karena orang ini paling terendus memiliki keterkaitan dengan aksi 1998.

Bahkan setelah kasus ini, pangkat jenderalnya langsung dicabut oleh Panglima TNI saat itu, Wiranto yang sekarang menjadi menteri koordinator politik, hukum dan HAM alias menko polhukam. Jadi sebenarnya apa yang terjadi? Semuanya masih abu-abu. Bahkan sampai sekarang.

Sejarah memang masih kabur. Sejarah memang masih abu-abu untuk hal ini. Pengungkapan itu sulit dilakukan. Sebenarnya siapa yang ada di belakang foto itu? Apakah benar-benar Ratna? Atau Ratna yang lain? Kok bisa berbeda jauh langit dari bumi antara dulu dan sekarang?

Dulu kita tahu bahwa sutradara ini adalah orang yang paling keras mengecam Soeharto dan praktik kolonialisme yang ia lakukan terhadap rakyatnya sendiri. Dulu kita tahu bahwa orang ini bahkan dibela habis oleh para mahasiswa ketika ia dipenjara waktu era Soeharto.

Lain dulu lain sekarang. Kenapa bisa begitu? Semua mungkin bisa dijawab karena keberpihakan. Kenapa ia seolah terbentur kepalanya sampai mengatakan hal tersebut? Kenapa bisa demikian? Apa yang terjadi? Kok bisa putar arah 180 derajat kurang sedikit?

Kenapa dulu dan sekarang bisa berbeda? Tentu itu bisa dijawab. Menurut orang-orang tua, pengalaman itu adalah terkikisnya idealisme. Idealisme yang terkikis membuat orang menjadi dua ekstrim. Pertama pesimis, kedua optimis.

Orang yang pesimis akan cenderung mengikuti arus. Mereka akan jatuh ke lubang ynag begitu dalam. Orang-orang demikian tidak memiliki harga diri yang bisa dipegang. Mereka jatuh. Mereka akhirnya harus menyangsikan hati nurani mereka.

Mereka mengkhianati perjuangan mereka, dan pergi ke arah manusia yang mereka benci. Orang yang mereka benci, menjadi orang yang mereka cintai. Inilah cinta. Tidak terselami. Orang ini berubah, karena orang ini tidakada pegangan.

Orang yang optimis akan cenderung bangkit. Mereka yang tahu bahwa idealisme mereka semu, akan berpikir positif. Mereka tetap bangkit apapun resikonya.

Orang-orang demikian adalah pejuang kemanusiaan. Ini baru aktivis yang sesungguhnya. Orang ini melewati setiap batasan mereka. Mereka tahu di depan mereka seolah ada jalan buntu.

Tapi orang-orang yang optimis, terus maju. Dan ternyata tembok yang buntu itu hanya fatamorgana. Semua terlihat. Semua hanya ilusi.

Mereka terus berjalan. Kenapa mereka memiliki keyakinan itu? Karena mereka tahu, bahwa yang benar adalah yang mereka pegang. Memegang teguh kebenaran adalah satu-satunya cara untuk terus maju. Tidak terjatuh seperti si Ratna itu.

Dulunya aktivis. Sekarang malah pesimis dan jatuh dalam hoax yang mereka buat sendiri. Jatuh dalam lubang hitam, yang terus menghisap mereka dan membuat mereka perlahan-lahan tertelan oleh kenyataan, bahwa Jokowi adalah orang yang terbaik.

TRENDING

VLOG