Home Jhony Bunglon Pemikiran Prabowo Untuk Indonesia

Pemikiran Prabowo Untuk Indonesia

<1068

Pikiran-pikiran Prabowo Subianto, sebetul nya telah banyak dipahami oleh sebagian besar warga bangsa. Sebagai salah seorang tokoh nasional Prabowo Subianto dikenal sebagai sosok yang banyak menawarkan gagasan dan pandangan dan menopang tercipta nya perubahan.

Pemikiran-pemikiran yang kritis, kerap kali disampaikan dalam berbagai kesempatan. Prabowo bukanlah tipe pemimpin yang menyerah kepada nasib. Prabowo bukan juga sosok anak bangsa yang senang mempertahankan status quo. Namun, sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman profesional nya, Prabowo dikenal sebagai orang yang "pro perubahan".

Dari sekian banyak pikiran-pikiran yang sering dilontarkan Prabowo, ternyata yang paling mendapat banyak sorotan adalah soal kerisauan nya akan masa depan bangsa dan negara, dikarenakan ada nya pengelolaan negara dan bangsa yang salah urus.

Prabowo sangat meyakini jika kita mampu mengelola pembangunan dengan baik, mesti nya bangsa ini tidak harus terjebak dalam lingkaran setan kemiskinan yang tak berujung pangkal. 

Kita juga tidak perlu was-was memikirkan utang luar negeri, yang kian hari kian membengkak jumlah nya. Dan yang tak kalah penting nya untuk disampaikan, ternyata kita pun tidak perlu khawatir dengan semakin marak nya gaya hidup bangsa yang sofistikasi dan budaya bangsa yang hedonis.

Atas dasar gambaran yang demikian, rasa nya kita bakal sepakat jika ada orang yang berpikir keras untuk "menyelamatkan" negeri tercinta ini. Apa yang menjadi pemikiran Prabowo diatas, tentu tidak akan memberi hasil yang optimal, sekira nya ide, gagasan dan pandangan cerdas tersebut, tidak mampu "dibumikan" dalam kehidupan nyata di lapangan.

Oleh karena itu, menjadi sebuah kehormatan bagi kita, kalau pemikiran-pemikiran itu dapat diejawantahkan ke dalam program-program aksi. Dalam mewujudkan spirit Ekonomi Kerakyatan misal nya, kita ditantang untuk memperkokoh pilar-pilar kemandirian ekonomi yang selama ini banyak digeluti oleh rakyat. 

Kekokohan pilar inilah yang akan membuat kehidupan ekonomi rakyat tidak akan mudah digoyang oleh masalah-masalah ekonomi. Kejadian jatuh nya Pemerintahan Orde Baru, yang salah satu pemicu nya adalah krisis ekonomi keuangan dunia dan kemudian berkembang menjadi krisis yang multidimensi, harus nya tidak perlu membuat ekonomi kita seperti yang sempoyongan, namun dengan kokoh nya pilar-pilar penopang Ekonomi Kerakyatan, menjadikan ekonomi bangsa tetap ajeg dan tahan menghadapi berbagai tantangan yang menerpa nya.Lewat salah satu wawancara di media massa, Prabowo pernah menyatakan : "Merdeka = Petani Sejahtera".

Dalam benak Prabowo Subianto, makna Indonesia Merdeka, bukan cuma diukur dari banyak nya gedung-gedung pencakar langit yang dibangun, atau dihubungkan dengan semakin banyak nya jalan-jalan tol dan infrastruktur pembangunan yang dibuat, tapi yang lebih penting dan esensial adalah sampai sejauh mana Pemerintah di jaman nya mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat nya secara signifikan. 

Salah satu komunitas yang hingga kini masih pantas untuk disebut memprihatinkan adalah para petani, khusus nya mereka yang divonis petani gurem dan petani buruh. Mereka hidup ala kadar nya. Mereka tetap tersenyum simpul, sekali pun harga daging sapi menjelang Lebaran melambung tingi.

Pertanyaan nya adalah langkah seperti apa yang dapat mendongkrak kesejahteraan petani ? Diparipurnakan sekaligus ditetapkan nya Undang Undang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani di pertengahan Juli 2013 lalu oleh DPR, sebetul nya memiliki haluan yang sama dengan kehendak beberapa kalangan yang menuntut agar kesejahteraan petani dapat ditingkatkan kualitas nya.

Banyak cara dan siasat yang dapat dilakukan. Mulai ada nya target untuk meningkatkan penghasilan dan pendapatan petani sebesar 2 atau 3 kali lipat dari yang diterima nya selama ini, hingga kepada keberanian politik untuk menargetkan pencapaian Nilai Tukar Petani (NTP) pada angka 125 misal nya. 

Hal semacam ini pantas untuk dicermati, karena jika dalam nurani kita terbersit niat untuk mempercepat kesejahteraan petani, maka sangat logis, bila program-program yang digelindingkan Pemerintah pun berkiblat pada pencapaian target nya sendiri.

Sayang, pengalaman memperlihatkan kepada kita, ternyata antara kemauan politik yang diambil tidak pernah dapat satu nafas dengan tindakan politik yang dilakukan nya.Ke depan, kalau bangsa ini ingin menguasai perubahan, maka kata kunci nya adalah "bumikan" pemikiran-pemikiran cerdas dan strategis Prabowo Subianto ke dalam program-program nyata di masyarakat.

Penguasaan dalam "membumikan" gagasan ke tataran program inilah yang menjadi indikator awal dari terejawantahkan nya semangat diatas. Semua nya ini bakal terwujud, seandai nya kita mampu mengemas nya dalam sebuah "gerakan" yang sistemik.

Tidak lagi menggunakan pendekatan keproyekan. Gerakan sendiri, sepatut nya dimaknai sebagai kebersamaan, keberlanjutan, keterpaduan, keserempakan, bahu membahu, dan tentu saja terajut dalam sebuah pola yang sistemik.

Dalam gerakan, para pihak yang terlibat di dalam nya memiliki peran dan tanggungjawab sesuai dengan potensi, kapasitas dan kompetensi nya masing-masing. Itulah sebab nya, mengapa yang nama nya gerakan, senantiasa akan dilandasi oleh tumbuh nya "rasa memiliki", "rasa tanggungjawab" dan "rasa memajukan" dari para pihak yang ikut serta di dalam nya. 

Andai dalam beberapa bulan ke depan kita mampu mengemas nya dengan baik maka kehadiran dan keberadaan Prabowo Subianto dalam panggung politik 2019, tentu akan semakin membawa harapan dan kecerahan. Keyakinan rakyat pun pasti bakal bertambah soal siapa yang paling pas untuk menjadi  pemimpin nya periode 2019-2024.

 

TRENDING

VLOG