Home Jhony Bunglon Kisah Panjang Dukungan Saudi untuk Palestina

Kisah Panjang Dukungan Saudi untuk Palestina

<1119

~ Kisah Panjang Dukungan Saudi untuk Palestina, Bantahan Tuduhan Keji Media Penyebar Fitnah ~

Masa Lalu

Raja Salman bin Abdulaziz al Saud, raja Arab Saudi yang hafizh Al-Quran 30 juz, yang juga seorang veteran perang, ikut bertempur melawan militan Yahudi pada tahun 1956.

Ada 3 anak raja Saudi kala itu, yang pernah ikut dalam perang Arab-Israel. Di antaranya adalah Raja Abdullah rahimahullah, Raja Salman dan Emir Muhammad (sabq.org, 6 Rabiul Awal 1436 H).

Saat perang Arab melawan Yahudi kerkecamuk, Saudi mengerahkan 20 pesawat tempur tipe "De Havilland Vampire" untuk menghancurkan barak tentara yahudi.

Lebih dari itu, pada tahun 1974, Saudi menjatuhkan embargo minyak terhadap negara sekutu Yahudi yang menyebabkan kekacauan politik dan ekonomi di Eropa.

Sejak saat itu, Saudi tercatat sebagai penyumbang dana paling besar bagi Palestina, yaitu sekitar $ 511 juta dalam bentuk sumbangan sukarela (hibah) bukan pinjaman yang harus dikembalikan.

Zaman Now

Arab Saudi adalah satu-satunya negara yang menghajikan 1000 keluarga syuhada Palestina di daerah Gaza dan sekitarnya.

Mereka diberangkatkan secara gratis dengan pelayanan VVIP atas keluarga mereka yang syahid dibunuh Yahudi.

(SPA, 5 Dzulhijjah 1439).

Seorang warga Palestina, Hajj Muhammad Athiyah Fares dari daerah Raffah, Palestina mengungkapkan:

"Kami sempat mengalami kesulitan ketika akan keluar dari perbatasan Palestina (karena dipersulit oleh Yahudi), namun ketika kami masuk Kairo, maka tiba-tiba disambut hangat oleh saudara kami warga Arab Saudi yang sengaja di sana untuk menyambut. Lalu kami naik pesawat, maka saat itu hati kami merasa sangat bahagia dan mnerasakan aman dan tentram, karena bisa menjalankan ibadah haji ini di jalan Allah ar Rahman."

Warga Palestina lainnya, Hasan Rajab berkata:

"Semua jasa ini jasa Raja Salman kepada kami, kami berkewajiban untuk mendoakan Raja Salman agar Allah memberikan balasan yang terbaik untuk beliau. Ini adalah haji pertama saya.''

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya dapat berhaji dengan sebab anaknya yang menjadi syahid 14 tahun silam. Putranya terkena peluru tank kaliber 500, meski sempat hidup dan dirawat 3 tahun, tetapi akhirnya meninggal dunia pada tahun 2006.

Kemudian Hasan Rajab mengisahkan bahwa undangan Raja Salman ini seperti pelipur lara yang mengobati beban luka yang ia rasakan. Dia menambahkan:

"Namun segala penderitaan dan beban psikologis itu serta merta sirna begitu saja, yaitu ketika saya menyaksikan ibadah haji ini yang melenyapkan kesedihan hati kami.''

Seorang wanita yang ikut rombongan tamu Raja Salman, Manaal Sa'adah, juga mengungkapkan kebahagiaanya seraya berkata,

"Sesungguhnya kami saat ini benar-benar merasakan saat yang paling bahagia ketika kami melaksanakan ibadah haji. Kami berharap kepada Allah 'Azza wa Jalla, semoga Allah memberikan balasan yang paling baik kepada Khadimul Haramaian, Raja Salman. Dan semoga selalu menjaga keamanan serta ketentraman Dua Tanah Suci ini.'' (sabq.org, 8 zulhijjah 1439 H).

*) Dikutip dengan perubahan redaksi seperlunya dari tulisan panjang Fauzi Rifaldi, admin Suara Madinah.

TRENDING

VLOG