Home Jhony Bunglon Harta Pusaka Minangkabau

Harta Pusaka Minangkabau

<1048

HPT (Harta Pusako Tinggi) diberikan kepada kaum perempuan berdasarkan kekerabatan, namun demikian itupun masih dalam pengawasan dan diatur oleh mamak atau pemuka adat. Namun begitu dalam keadaan terpaksa Harato Pusako Tinggi bisa dijual atau digadaikan oleh sebab yang 3 yaitu mayat terbujur di tengah rumah gadang, anak gadis mau menikah tidak ada biaya, rumah gadang katirisan atau rusak.

Harta ini adalah harta yang diwarisi secara turun temurun dari beberapa generasi menurut garis keturunan ibu. Anggota kaum laki-lakipun bisa memanfaatkannya tanpa memilikinya. Harta ini tidak boleh dibagi atau dijual, hanya boleh dimanfaatkan secara bersama.

Inilah pusako tinggi yg diwariskan secara hukum adat di Minangkabau, apakah boleh ayah kita mengusainya? Secara hukum adat tentu tidak, apalagi secara hukum syariat Islam. Karena bukan beliaulah pemiliknya (penggarap/yang mengulayatnya). Itulah sebabnya orang tua kita (ayah) tidak bisa mewariskannya kepada anak-anaknya, baik laki-laki maupun perempuan secara hukum islam (karena ayah kita bukan pemiliknya).

Lalu apa hubungannya dengan HPT untuk perempuan? ini sangatlah erat, laki-laki adalah makhluk yang kuat, mereka bisa hidup dengan bebas dimana saja, dalam hal ini saya juga sangat memuji tata cara adat basurau/kasurau, dimana laki-laki di Minangkabau ketika usia baliq lebih banyak tidur di surau, dan kenapa laki-laki Minang sangat perkasa, mereka bisa hidup dan sukses di belahan dunia manapun (dima bumi dipijak, disitu langik dijunjung), Sangat berbeda dengan perempuan, perempuan diibaratkan sebagai makhluk yang lebih lemah dari laki-laki, mereka harus dijaga dan dilindungi, perempuan Minangkabau harus hidup dalam aturan adat dan tradisi yang sangat ketat, mereka tidak bisa bebas hidup seperti seperti laki-laki, wanita harus hidup dalam batasannya sebagai seorang calon ibu atau Bundo kanduang, sesuai dengan ajaran Islam.

TRENDING

VLOG