Home Empat5 Inilah Keikhlasan Hati Seorang Prabowo (Bag. 2)

Inilah Keikhlasan Hati Seorang Prabowo (Bag. 2)

<1054

Pilkada DKI tahun 2012, saat itu petahana Fauzi Bowo sangat kuat dalam survei, semua lembaga survei menjagokan Fauzi Bowo. Selain itu untuk survei calon Presiden, Nama Prabowo menduduki paling atas.

Tiba-tiba entah bagaimana ceritanya dunia berita di Indonesia dihebohkan oleh sosok walikota Solo yang heboh dengan mobil Esemkanya. Hampir setiap hari media memuji-muji walikota tersebut karena mau menjadikan mobil Esemka sebagai mobil dinasnya.

Tapi pada waktu itu mobil Esemka belum tahap lolos uji, sehingga belum bisa dijadikan mobil dinas, tapi walikota Solo itu tetap bersikeras menjadikan mobile Esemka sebagai mobil dinasnya. Ternyata kebiasaan "maju dulu masalah hukum bisa menyusul" adalah ciri khasnya hingga sekarang, banyak kebijakan yang tidak memliki payung hukum, sehingga payung hukumnya menyusul.

Karena namanya semakin populer berkat mobil Esemka, walkot Solo ini didorong agar maju ke pilgub DKI, PDIP selaku pengusung merasa kurang yakin dengan wali kota Solo tersebut, bahkan nyaris saja namanya dicoret oleh Parta sebagai bakal calon Gubernur. Ya nama walikota tersebut adalah jokowi.

Di sisi lain, Gerindra yang dipimpin Prabowo menyetujui ahok, sebagai bakal calon gubernur, dan Prabowo merasa cocok jika jokowi berpasangan dengan ahok, sehingga ahok hanya dicalonkan sebagai wakil gubernur.

Prabowo berhasil meyakinkan semua pihak dengan pilihan jokowi-ahok, bahkan Prabowo berani pasang badan kala itu, Prabowo tak gentar dengan survei tinggi Fauzi Bowo.

Melihat ketulusan Prabowo serta tekad kuat Prabowo, akhirnya semua pihak yakin dan menerima pasangan jokowi ahok untuk maju di Pilgub DKI. Jokowi ahok maju ke pilgub tanpa dana sepeserpun, inilah bedanya Partai Gerindra, Tidak pernah meminta mahar.

Pilgub DKI ternyata berlangsung sengit, hingga harus dua putaran. Merasa kurang yakin dan kurang cukup dengan semua yang ada dan Fauzi Bowo dirasa terlalu kuat, jokowi ahok meminta Prabowo turun langsung mengkampanyekan mereka.

Maklum saja Prabowo yang kala itu berada di peringkat teratas survei Bakal Calon Presiden diarasa akan sangat efektif dan berdampak bagus bagi elektablitas jokowi ahok.

Prabowo akhirnya menuruti kemauan jokowi ahok untuk membantu kampanye, Prabowo turun langsung mengkampanyekan jokowi ahok, mengajak masyarakat memilih jokowi ahok.

Dan tak sia-sia, dukungan masyarakat beralih drastis ke jokowi ahok, jokowi ahok menang pilgub DKI.

Setelah euforia kemenangan itu ternyata jokowi ahok sepertinya sudah merencanakan rencana "rahasia" yakni "gema nonstop hingga 2014".

Ya gema jokowi ahok tak berhenti hingga 2014, semua berita media TV, online, elektronik, semua isi beritanya adalah tentang pencitraan jokowi. Kisah-kisah pencitraan jokowi selalu menghiasi headline pemberitaan di seluruh nusantara.

jokowi yang tak dikenal berhasil menghebohkan nusantara dengan berita-berita pencitraan, mulai dari masuk gorong-gorong hingga blusukan dan janji-janji yang tak pernah ditepati hingga tahun 2019 ini.

Saat itu media menggambarkan jokowi sebagai sosok "pemimpin yang dirindukan" atau "ratu adil", "pemimpin revolusioner" dll.

Setiap gerak-gerik jokowi tak pernah luput dari kamera wartawan, nama jokowi tak pernah kering tertulis oleh tinta wartawan.

Mengherankan memang bagaimana mungkin wartawan semua kompak memberitakan berita positif tentang jokowi tanpa ada "cacat" atau kritik sedikitpun. Bahkan di negara maju sekalupun pemimpin adil sekali pun, peranan media adalah tetap mengkritik pemerintah agar tetapi dijalur dan koridornya dan agar tetap memperbaiki diri. 

Karena inilah, lahirnya awal rasa anti kritik di kalangan masyarakat Indonesia, sehingga saat ada yang mengkritik pemerintah dianggap penjahat, sebab mereka tak pernah mendapati media yang mengkritik pemerintah. Sikap anti kritik ini kebanyakan tumbuh di kalangan yang baru dewasa, baru tahu politik, dan mereka belajar politik hanya dari media.

Karena dukungan media, popularitas yang melejit, masyarakat mabuk pencitraan, jokowi kembali dicalonkan oleh Megawati sebagai calon Presiden 2014.

pencalonan jokowi ini terdapat dua pengkhianatan bagi Prabowo, pertama dikhianatinya perjanjian Batutulis, kedua dikhianatinya oleh jokowi.

jokowi yang tak dikenal latar belakangnya, tak dikenal karirnya, tak dikenal perjalanannya, tak dikenal perjuangannya, hanya dikenal karena pencitraan medianya, berani maju pilpres dan menghadapi orang yang telah membantunya di pilkada DKI, yakni Prabowo Subianto.

Singkat cerita jokowi berhasil memengankan pilpres 2014, walaupun pihak Prabowo mengklain ada kecurangan, namun Prabowo memililh mengalah karena tak ingin Indonesia hancur dan terpecah.

Prabowo pun bahkan mau mendatangi pelantikan jokowi, dan bahkan Prabowo mau memberi hormat kepada orang yang telah mengkhianatinya.

Bahkan selama pemerintahan jokowi, negara terus gaduh tanpa henti dan memanas, disaat saat genting jokowi mengunjungi Prabowo untuk menenangkan suasana dan meminta saran. Prabowo pun menyambutnya dengan ramah, tidak menutup diri sedikitpun

Dari sini terlihat jelas bahwa Prabowo bukanlah sosok pendendam, dia ikhlas, bahkan saat para pendukung jokowi tak berhenti mencela dan mencaci maki dirinya, Prabowo sekali-kali tak pernah mengungkit jasa besarnya atas jokowi.

Jika kita jadi Prabowo mudah kita katakan, dulu jokowi tak akan jadi siapa-siapa jika tidak saya bantu.

TRENDING

VLOG