Home Empat5 Anies Geram, Karena Seorang Ibu Dipukuli Hingga Babak belur

Anies Geram, Karena Seorang Ibu Dipukuli Hingga Babak belur

<1233

Tonjokan yang dilayangkan ke muka itu bisa membuat memar, wajah lebam, bahkan mata memerah tapi tak pernah bisa menyurutkan semangat mereka.

Ibu Djayanti, Ibu Desi, dan Ibu Nur Azizah adalah tiga dari 33.000 relawan Jumantik (Juru Pemantau Jentik) yang bertugas di 2.738 RW di Jakarta. Kerja mulia mereka, kebaikan mereka dan keseriusan bekerja itu ditanggapi secara tak beradab.

Seorang pria, hidup sendirian di rumahnya, tinggal di kampung itu telah memukuli mereka bertiga hingga babak belur saat mereka mau memeriksa jentik-jentik di rumahnya.

Pria itu sudah diringkus dan ditahan di Polsek Jagakarsa. Dia harus diberi ganjaran yang setimpal atas penganiayaan yang dilakukannnya pada Ibu-ibu ini.

Tadi siang kami, bersama Fery Farhati, menjenguk para jumantik itu di rumahnya. Mereka menuturkan kejadiannya. Marah mendengar cerita penganiayaan itu, ibu-ibu yang seharusnya dihargai justru dianiaya.

Tapi juga bangga menyaksikan semangat yang ada pada ibu-ibu ini. Tak sedikitpun rasa gentar. Tak ada tanda-tanda semangat menurun. Justru kini mereka makin semangat, makin yakin bahwa yang dikerjakan adalah sebuah kemuliaan. Dan semua Ibu-ibu jumantik maupun PKK turun tangan konsolidasi utk saling dukung.

Jumantik adalah garda terdepan dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Dan bila menyaksikan ada gejala sambutan yang kurang baik dari warga maka segera laporkan. Pemprov DKI Jakarta akan melindungi para Jumantik dalam menjalankan tugasnya; kami akan menanggung seluruh biaya perawatan ketiganya hingga pulih kembali.

Itulah Ibu-ibu terhormat... terima kasih dan tetap semangat, teman-teman Jumantik Jakarta!

#Jumantik

#PSN2019

#WaspadaDBD

#DKIJakarta

#DinkesDKI

TRENDING

VLOG