Home Empat5 Jangan kritik jokowi, rakyat yang salah

Jangan kritik jokowi, rakyat yang salah

<1044

 

Jangan kritik jokowi,  ya ini ungkapan yang memang nampak sekarang. 

Kenapa tidak boleh kritik jokowi?  Sebelum mengungkap alasannya mari kita flashback ke belakang. 

 

Saya yakin semua tidak ada yang kenal jokowi sebelum tahun 2012 bahkan mungkin ada yang baru mengenal jokowi tahun 2014.

Jokowi memang bukan tokoh yang dikenal karena track recordnya tapi dikenal karena pencitraan dan dukungan media.

Media secara masif da terus menerus tiadak henti memberitakan tentang jokowi sejak 2012, sehingga pemberitaan tersebut semakin menyempurnakan jurus pencitraan jokowi. 

Sampai detik ini tidak ada yang tahu apa motif media secara kompak memberikan jokowi secara masif dan maraton,  bahkan hal yang tak penting seperti "kencing" Saja sampai diberitakan media,  namun yang pasti ini karena kepentingan. 

Dari tipudaya media dan pencitraan nama jokowi melambung,  diilustrasikan bahwa jokowi adalah sosok pembaharu dan perubahan,  sosok adil dan merakyat,  sosok yang akan membela rakyat,  seperti itulah kiranya ilusi tentang jokowi di hati banyak rakyat Indonesia kemarin. 

Singkat cerita jokowi maju pilpres 2014 sebagai mandat petugas partai,  ilusi-ilusi sosok jokowi nampaknya begitu membuat,  terlebih kuatnya racun pemikiran alam media. 

 

Diperburuk buzzer-buzzer sosmed bergentayangan,  saat itu masih banyak yang awam soal sosial media,  hoax masih belum familiar,  sehingga banyak hoax diproduksi. 

Saat terpilih sebagai petugas partai yang merangkap presiden ilusi itu belum hilang,  justru semakin jadi. 

Saat ada yang menjadi mengkritik jokowi,  banyak fansnya langsung mengeluarkan umpatan bagi si pengkritik,  seolah-olah "jokowi bersih dan tak pernah salah" Adalah harga mati.  Inilah awal penyakit kultus kepada jokowi. 

Apapun yang dilakukan jokowi itu benar,  ini harga mati bagi pengangguran sosok petugas partai tersebut. Jadi jika ada yang mengkritik harus dibully. 

Hal ini diperparah dengan operasi buzzer yang menjalankan strategi pembunuhan karakter,  buzzer-buzzer yang dibayar mahal akan menyerang siapa saja yang mengkritik jokowi dengan menyerang pribadinya atau Rabah privasinya. 

Tujuannya agar karakter dan harga diri si pengkritik itu hancur dan tak dianggap,  terlebih bagi orang awam sangat mudah menelan mentah-mentah isu. 

Inilah strategi pembunuhan karakter alam buzzer bagi siapa saja yang berani kritikan jokowi,  tak peduli apa yang diakritik atau bagaimana cara membantah secara ilmiah yang penting buat buruk citra dan harga dirinya si pengkritik dengan berbagai fitnah. 

 

Anehnya para buzzer ini selalu aman dari jeratan hukum. 

Namun makin hari,  ternyata banyak yang sadar bahwa ilusi tentang jokowi hanyalah fatamorgana mereka,  sosok adil,  merakyat,  sederhana semua itu ilusi dan tidak pernah ada,  hanya ada pada dongeng-dongeng media mainstream. 

Mulailah saat ini banyak yang mengkritik,  tapi bagi sebagian yang masih bertahan pada kesalahan pilihan,  mereka sudah kadung terlanjur mengidap penyakit kultus "jokowi selalu benar".

Maka saat ada yang kritik atau mengeluh tentang kesulitannya,  maka para kultuser ini tak segan-segan akan membunuh karakter mereka atau bahkan menyalahkan mereka. 

Lihatlah di sosial media Facebook atau twitter atau bahkan di komentar berita,  saat ada yang kritik atau rakyat mengeluh para kultuser ini menyalahkan rakyat. 

 

Contoh saat para guru honorer mengeluh ingin diangkat PNS,  para kultuser malah menghina dan mencela mereka sebagai sosok pemalas yang serba mau instan.  

TRENDING

VLOG