Home Empat5 Kritik Keras Dari Prof Ahmad Mansur Suryanegara

Kritik Keras Dari Prof Ahmad Mansur Suryanegara

<1035

Bil KEKUASAAN diperoleh dengan cara LICIK -nefarious atau TIPU DAYA - villainous, maka cara mempertahankan kekuasaannya dengan melancarkan PEMBUNUHAN. Tidak hanya terhadap Lawan. Tetapi juga dilakukan kepada SAHABAT PENDUKUNG saat setelah memperoleh KEKUASAAN.

Demikian Niccolo Machiavelli dalam The PRINCE. The Oxford University Press " World's Classic" Translation by Luigi Ricci.

A Mentor Book. Diterbitkan oleh The New American Library, 1952, halaman 65 - 69. Bab 8 dgn judul

Of Those Who Have Attained the Position of Prince by Villainy - Mereka Yang Menggapai Kedudukan sbg Pangeran dengan cara Licik Tipu-Tipu.

Dicontohkan Pelaku Sejarah Curang lama, Agathocles dan contoh modern Oliverotto da Fermo.

Mengapa pelaku CURANG, LICIK PENIPU, setelah memperoleh KEKUASAAN, berlaku KHIANAT MEMBUNUH terhadap KAWAN PENDUKUNGNYA ?

Jawab Niccolo Machiavelli,

Without faith, TANPA IMAN,

Without pity, TANPA MEMILIKI RASA BELAS KASIH,

and without religion, TANPA MEMILIKI AGAMA.

Pemimpin Negara yang demikian itu terjadi di Zaman Republik Niccolo Machiavelli. Apakah bisa terjadi lagi dan di mana serta kapan ?

SEJARAH SERING BERULANG DENGAN SENDIRINYA. Niccolo Machiavelli mengingatkan kalau terjadi lagi, NASIB PENDUKUNG SETIA PEMIMPIN YANG CURANG, LICIK PENIPU, akan MATI DIBUNUH.

Renungan sebelum Buka Shaum Ramadhan 1440 H. Semoga menambah Wawasan.

TRENDING

VLOG